klise
ada pertemuan pasti ada perpisahan
ada aku tapi tidak pernah ada kita
yaaaa itu mah elu aja yang ngarep . haha
i mock to my self btw :)
gue ada sedikit cerita yang bikin gue entah harus sedih, ngenes dan beruntung. beberapa waktu lalu gue lagi sedikit risau masalah hati. terlalu banyak orang yang izin datang, pamit sebentar dan selamanya pergi. i told to my self to stop doing this. gue sudah mencoba untuk "yaudah lah ya" and i did. it damn hard at first sampai pada saat dimana gue "udah biasa " dan seakan menjadi sebuah rutinitas .
sampai pada ketika gue di dalam bus menuju suatu tempat. sumpah ini bikin gue mau nangis. pointnya adalah tentang cara kita berhenti untuk mencintai dan merelakan. kisah cintamu ditinggal pacar atau gebetan gak ada apa apanya sama cerita ini ,dek!
sebelah gue ada seorang pria kisaran umur 40-45an. kemeja panjang, celana bahan, tas selempang bertuliskan Universitas Gadjah Mada dan raut muka yang muram, punggungnya gak mampu lagi untuk tegak menghadapi awan . diambilnya telepon genggam dan menelepon yang gue tebak adalah adiknya.
dengan logat jawa yang kental dan gue bisa menebak sedikit pembicaraanya kalau di transkip kaya gini
"saya sudah gak tau lagi mau gimana, saya sudah keluar uang banyak untuk Rina. kalau dia mau pisah silahkan. tapi sayang kita sudah punya anak 1 dan rumah. untuk apa pisah kaya gini. saya ikutin mau dia apa. karena saya sayang dia"
sontak gue denger pembicaraan itu langsung berenti nafas sejenak dan mencerna tiap kata kata yang keluar dari si bapak itu. mukanya kusut dengan rambut yang awut awutan. gue tau dia lagi stress banget. selama perjalanan tatapan matanya kosong seakan beban itu sudah gak sanggup di tanggungnya sendiri. harus kehilangan 2 orang yang dia sayang sekaligus. langkah nya gontai sembari menuruni anak tangga bus. kita turun di tujuan yang sama .
"dek, mau pulang?"
"oh ngga pak saya mau ketemu temen saya disana"
"hati hati nyebrangnya, bareng saya ayo"
"iya pak makasih"
"saya mau ke cirebon ngurus perceraian sama istri saya .sudah punya anak ngapain pake pisah pisah segala. dia kecantol sama juragan rotan disana. saya cape udah keluar uang banyak cuma buat ngurusin perceraian ini"
"..........................(gue speechless).............."
"pak hati hati dijalan, semangat pak pasti ada jalannya "
gue pun mengeluarkan kata kata template gue. but guys, gue gak ada nanya sama sekali lho dan si bapak itu cerita sendiri kisahnya. ini membuktikan kalo dia bener bener nanggung beban yang berat dan butuh temen cerita. you know, if i could, i would give him a warm hug. sayang traffic lagi padat bgt dan kita harus segera bergegas jalan.
di jalan gue ngerasa dada gue bener bener sesak. yessss Resta Nirmala nangis tanpa sebab. gue mikirin banget gimana rasanya harus pisah sama orang yang bertahun tahun hidup bersama dan harus pisah karena orang lain. harus ada satu pihak yang mengalah dan mencoba untuk merelakan.
Tuhan, if you could hear me, tolong beri kesabaran yang lebih untuk si bapak tadi.
cinta itu akan selalu ada, dengan atau tanpa.
ikhlas seakan sebuah keharusan dan menjadi pasal 1 dalam kontrak sebuah hubungan manusia.
dan pisah merupakan harga mati yang harus di jamah.
entah takdir atau nasib yang merubah
tapi yakin kita akan selalu mencoba
dan gue seka air mata gue, segera masuk ke resto tempat ketemu gue sama temen gue
" hai, lo udah nunggu lama?"
ada pertemuan pasti ada perpisahan
ada aku tapi tidak pernah ada kita
yaaaa itu mah elu aja yang ngarep . haha
i mock to my self btw :)
gue ada sedikit cerita yang bikin gue entah harus sedih, ngenes dan beruntung. beberapa waktu lalu gue lagi sedikit risau masalah hati. terlalu banyak orang yang izin datang, pamit sebentar dan selamanya pergi. i told to my self to stop doing this. gue sudah mencoba untuk "yaudah lah ya" and i did. it damn hard at first sampai pada saat dimana gue "udah biasa " dan seakan menjadi sebuah rutinitas .
sampai pada ketika gue di dalam bus menuju suatu tempat. sumpah ini bikin gue mau nangis. pointnya adalah tentang cara kita berhenti untuk mencintai dan merelakan. kisah cintamu ditinggal pacar atau gebetan gak ada apa apanya sama cerita ini ,dek!
sebelah gue ada seorang pria kisaran umur 40-45an. kemeja panjang, celana bahan, tas selempang bertuliskan Universitas Gadjah Mada dan raut muka yang muram, punggungnya gak mampu lagi untuk tegak menghadapi awan . diambilnya telepon genggam dan menelepon yang gue tebak adalah adiknya.
dengan logat jawa yang kental dan gue bisa menebak sedikit pembicaraanya kalau di transkip kaya gini
"saya sudah gak tau lagi mau gimana, saya sudah keluar uang banyak untuk Rina. kalau dia mau pisah silahkan. tapi sayang kita sudah punya anak 1 dan rumah. untuk apa pisah kaya gini. saya ikutin mau dia apa. karena saya sayang dia"
sontak gue denger pembicaraan itu langsung berenti nafas sejenak dan mencerna tiap kata kata yang keluar dari si bapak itu. mukanya kusut dengan rambut yang awut awutan. gue tau dia lagi stress banget. selama perjalanan tatapan matanya kosong seakan beban itu sudah gak sanggup di tanggungnya sendiri. harus kehilangan 2 orang yang dia sayang sekaligus. langkah nya gontai sembari menuruni anak tangga bus. kita turun di tujuan yang sama .
"dek, mau pulang?"
"oh ngga pak saya mau ketemu temen saya disana"
"hati hati nyebrangnya, bareng saya ayo"
"iya pak makasih"
"saya mau ke cirebon ngurus perceraian sama istri saya .sudah punya anak ngapain pake pisah pisah segala. dia kecantol sama juragan rotan disana. saya cape udah keluar uang banyak cuma buat ngurusin perceraian ini"
"..........................(gue speechless).............."
"pak hati hati dijalan, semangat pak pasti ada jalannya "
gue pun mengeluarkan kata kata template gue. but guys, gue gak ada nanya sama sekali lho dan si bapak itu cerita sendiri kisahnya. ini membuktikan kalo dia bener bener nanggung beban yang berat dan butuh temen cerita. you know, if i could, i would give him a warm hug. sayang traffic lagi padat bgt dan kita harus segera bergegas jalan.
di jalan gue ngerasa dada gue bener bener sesak. yessss Resta Nirmala nangis tanpa sebab. gue mikirin banget gimana rasanya harus pisah sama orang yang bertahun tahun hidup bersama dan harus pisah karena orang lain. harus ada satu pihak yang mengalah dan mencoba untuk merelakan.
Tuhan, if you could hear me, tolong beri kesabaran yang lebih untuk si bapak tadi.
cinta itu akan selalu ada, dengan atau tanpa.
ikhlas seakan sebuah keharusan dan menjadi pasal 1 dalam kontrak sebuah hubungan manusia.
dan pisah merupakan harga mati yang harus di jamah.
entah takdir atau nasib yang merubah
tapi yakin kita akan selalu mencoba
dan gue seka air mata gue, segera masuk ke resto tempat ketemu gue sama temen gue
" hai, lo udah nunggu lama?"










