Apa yang sudah kamu lakukan untuk bangsa mu sendiri ? kalimat yang terlalu sering saya dengar dengan nada ber api-api. Doa orang tua sedari didalam perut sudah mengharapkan anaknya sehat walafiat, menjadi anak baik yang selalu mengikuti apa kata orang tuanya dan berguna bagi nusa dan bangsa. Wait... berguna bagi nusa dan bangsa ? itu sudah mencakup level tetinggi menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Tapi bagaimana cara untuk saya yang hanya anak biasa yang hanya mampu mengikuti apa kata orang tua dan terkadang harus bohong demi membahagiakan mereka.
Rejeki udah ada yang ngatur.
Prasa kuno dari jaman Majapahit dulu hingga sekarang. Pemahaman saya akan rejeki bukan berdasarkan nominal atau benda tetapi add value of feeling. Rejeki merupakan perasaan baik ketika mendapatkan keberuntungan. Dan untuk mencapai keberuntungan harapan besar tertatih kepada kesempatan. Bagaimana caranya untuk mencapai kesempatan ? Ya berusaha. Jadi rejeki itu adalah imbalan layak dari segenap usaha-usaha dan peluh didalamnya.
Beruntungnya saya bisa menjadi salah satu delegasi dari Indonesia untuk menghadiri kongres dunia ILO ( International Labor Organization) yang akan diselanggarakan besok 3-6 September 2017 di Singapura nanti. Sebuah pencapaian menjadi anak berbakti kepada kedua orang tua dan berguna bagi nusa dan bangsa sudah saya ceklis. ILO adalah wadah yang menampung isu-isu pekerja diseluruh dunia yang dinaungi oleh PBB. Sebuah kebanggaan bagi saya sendiri bisa mencapai tahap setinggi ini.
Masih banyak list yang belum saya ceklis bisa hidup bareng kamu salah satu nya, namun poin ini wajib saya setorkan jika ditanya malaikat di akhirat nanti :). Pun dengan award and honor yang ada dikolom linkedin. Kalau saya sombong nanti ingetin ya kalau saya gak bisa bedain mana kanan sama kiri. Jadi saya sadar kalau saya cukup bodoh akan hal hal kecil nan sederhana.