Langit (menunggu) Jingga

10:25 AM

Pria itu lagi. Pria pembuat luka dan kini mencoba mencari obat untuk luka yang dibuatnya . Cinta  membuat semua orang menjadi bodoh. Cinta bahkan menghilangkan kata bekas pada dia.
Jingga . 
Pria bodoh yang membuat luka di tubuh dan hatiku. Hampir saja aku mati dibuatnya. Masih tersisa bekas pukulan Jingga pada lengan kanan ku setelah ikat pinggangnya mendarat mulus di seluruh tubuh ku. Hampir setiap bertemu, Jingga tak pernah absen menyentuh tubuhku dengan halus. Ya. Aku harus membohongi diriku sendiri. Mungkin rasa sayang Jingga padaku di tunjukan dengan meninggalkan bekas di beberapa bagian kulit. Mungkin pertanyaan bodoh terlintas di benakku . Mengapa samapi saat ini aku masih merelakan tubuhku di jamah halus dan luka olehnya. Dewa Zeus pun rela menopang bumi demi rasa sayangnya pada seluruh umat. Bodohnya aku menganggap diriku adalah Zeus. Tapi demi malaikat di surga, aku mencintai Jingga hingga luka ini sembuh, namun luka ini tak akan pernah sembuh. 


" Dasar wanita jalang ! bisa-bisanya kau keluar rumah tanpa menggunakan jaket. Mau pamer ke semua orang kalau aku memukulimu . Itu mau mu kan,Pelacur !" teriak Jingga memecah sunyi kamar ku. Dengan sigap dia melepas ikat pinggangnya dan mendaratkan benda sialan itu ke sekujur tubuhku.

Aku hanya bisa diam. Tanpa air mata menetes dan tersengut seperti biasanya. Dia mencekik leher ku penuh dendam dan melempar tubuhku ke dinding. Darah mengalir segar di bagian kepala ku. Dinding pun memerah seketika akan darahku. Aku meringkuk penuh sakit. Aku terus memegangi kepala ku yang tak berhenti mengeluarkan darah. Tak berhenti disitu, tangan lembut Jingga yang selalu aku ciumi ketika tidur berubah menjadi mesin penghancur. Pukulan membabi buta tertuju ke arah wajahku. Wajah ku yang selalu ia belai lembut ketika kami bercumbu. Hembusan satu  nafas panjang kutarik penuh lega tanpa beban. Aku bahagia. Telah lama aku menunggu saat ini tiba.

Jingga terpaku. Dia segera memelukku penuh erat " Langit..bangun Langit.. Maafkan aku . Langit banguuuuun. Kumohon bangun. Aku janji tak akan menyakitimu lagi... Kumohon bangun lah sayang " pinta Jingga penuh pilu

Aku sudah terlalu lama menunggu luka yang tak kunjung sembuh. Sampai pada titik dimana cinta ini hanya sebuah darah yang terus mengalir. Aku pantas untuk menunggu .
Di sini
Di surga
Menunggu Jingga 

You Might Also Like

0 comments

Subscribe