mata ketiga dari selingkuh

4:28 AM

Sebagian orang hypocrite akan perasaannya sendiri, sebagian memilih untuk jujur dan sisanya hanya bersembunyi dibalik topeng keluguan. Selingkuh bukan lagi sesuatu yang besar untuk ditutupi, bahkan ada yang terang-terangan memperlihatkan momen-momen kebersamaan dengan yang bukan pasangannya. Ada yang salah dengan cara manusia memaknai hubungan. Pada dasarnya selingkuh adalah kesalahan besar yang pernah dilakukan manusia. Tidak bermaksud menghakimi, namun selingkuh bukan solusi untuk mengatasi kebosanan terhadap pasangan. Jika sudah tidak saling mencintai mengapa tidak beranjak mundur dan meninggalkan masing masing atau berusaha untuk tetap mempertahankan demi sebuah kata bernama “kita”.

Bagaimana jika kita adalah pihak ketiga yang melihat sebuah perselingkuhan didepan mata. Mungkin agak cringy dan berusaha untuk menutup mata. Ingin mengingatkan tetapi menasihati orang yang sedang jatuh cinta adalah perbuatan yang sia-sia, begitu kata om Sujiwo Tedjo. Apakah harus menunggu hingga ada yang terjatuh dan sadar atau mengingatkan untuk tidak menerjang lubang menganga didepan.

Lalu, bagaimana jika ada kesempatan untuk selingkuh. Tidak ada yang namanya brengsek, yang ada hanya orang-orang yang tidak menyia-nyiakan kesempatan. Terdengar munafik, tetapi itulah yang ada dipikiran para pelaku per-cheating-an. Selama tidak ada yang dirugikan mengapa tidak. Pertanyaan terbesar apakah ada sepintas rasa bersalah kepada pasangan masing-masing atau mungkin hati dan perasaan sudah tertutup rapat oleh nafsu ?

Dan bagaimana jika masih bertahan dengan orang yang semestinya adalah milik orang lain. Tempat mu bersandar bukan milik mu sepenuhnya. Kapan harus berhenti , kapan harus meninggalkan atau kapan yang tepat untuk kembali ?



Cipete ; 19.26.


You Might Also Like

0 comments

Subscribe