Minimalist Me

5:39 AM

Gaya hidup minimalis bukan lagi hal baru buat kaum urban. Berangkat dari keresahan akan kepemilikan barang, gue saat menjalani pola hidup minimalist yang dampaknya cukup positif buat diri sendiri. Minimalism ngajarin lo untuk membedakan mana yang benar-benar lo "butuhkan" atau sekedar hanya memenuh "keinginan".

Dulu, gue punya 5 lipstik dengan shade yang sama namun warna yang berbeda. Baju-baju yang gue beli cuma sekedar laper mata dan ujung-ujungnya cuma numpuk di lemari karena gak pernah gue pake lagi. Ratusan buku yang gue beli dan cuma sekali baca cuma jadi sarang debu. Well yeah pilihannya cuma karena lo suka sama itu buku atau orang-orang labeling lo as a "book worm". Belum lagi barang-barang yang cuma lo beli karena sale atau bentuknya lucu padahal gak ada gunanya sama sekali.

Then I realized, there was something wrong with my life back then. I buy unnecessary thing to impressed people I dont like and end up with trash in my bag. Perlahan gue mulai mencari tau gimana untuk menyingkirkan barang dan kenangan di dalamnya. Awalnya mungkin bakal susah karena lo harus menyingkirkan boneka dari si mantan yang udah gak ada hubungannya lagi sama hidup lo saat ini. Dan segala macam rupa dengan kenangan yang akan tetap hidup dan terus menuhin isi kepala lo.

Minimalis gak harus lo untuk Eliminating. Jettisoning. Extracting. Detaching. Decluttering. Paring down. Letting go. Minimalis memberikan lo untuk punya banyak waktu, kreatifitas, passion, pengalaman dan kontribusi. Less is more adalah makna dari minimalis yang memberi dampak positif buat kehidupan lo. 


Beberapa referensi yang bisa lo kulik dengan tema minimalis bisa lo cek di link berikut. Tentu saja duo Joshua Fields Millburn  dan Ryan Nicodimus yang jadi panutan gue selama ini. Dari mereka gue belajar untuk sedikit-demi sedikit menjadi seorang minimalis yang baik dan benar. Cieee gitu....

1. https://www.theminimalists.com/
2. http://mattdavella.com/
3. https://rachelaust.me/
4. https://www.pickuplimes.com/

Masih banyak juga orang-orang seru yang udah memulai hidup minimalis lo bisa cek di semua social mereka kayak Youtube, Instagram, Podcast dan Twitter mereka.

Titik balik yang gue dapatkan untuk menjadi seorang minimalis saat ini lumayan bikin gue happy, diantaranya:

- Gue mulai menyingkirkan baju-baju yang udah gak gue pake dan  dihibahkan ke orang lain. Isi lemari sisa baju-baju yang gue suka dan selalu dipake. Sedikit tips mungkin lo bisa mempertahankan baju dengan warna plain. Me? The black one :)

- Pouch make up. Mascara, powder, eyebrow kit, lipbalm dan  2 lipstik cukup dengan shade yang berbeda and i'm saving more.

- People. Brutally truth gue udah meninggalkan orang-orang yang emang layak untuk ditinggalkan. Perluas networking lo dengan orang-orang yang mumpuni and keep your circle small.

- Starbucks. Dulu gue biasa tiap hari ke Starbuck either cuma mau hangout atau memang butuh pegangan sedotan hijau sambil jalan ke mall. Validation shit. Udah 2 bulan ini gue gak ke starbucks dan lebih memilih untuk ke kedai kopi lokal some of juga punya kopi yang enak kok. Selain lo bisa minimalis lo juga bisa membantu perekonomian bangsa :D

-Buku. Gue sempet preloved buku-buku gue di twitter #JeratKemiskinan dan banyak yang suka. beberapa gue jual dan sisanya gue hibahkan. Sekarang yang tersisa cuma buku yang lagi baca dan buku les gue dulu. I am wondering to buy kindle but i love the printed book. Damn! Emang gak sayang bukunya dijual? Sayang. Banget. Tapi daripada cuma nunpuk dan berdebu ya mending dijual.

Masih banyak lagi hal-hal seru yang gue dapetin menjalani hidup sebagai minimalist. Pun lo gak harus untuk menyingkirkan semuanya. Pilih yang mana berguna buat lo dan tinggalin yang ga perlu. Ini berlaku untuk barang dan pikiran.

Punya cerita yang bisa dishare untuk ngebantuin lo pelan-pelan meminimalisir hidup? Yuk share di kolom komen bawah.


Love.
eta

You Might Also Like

0 comments

Subscribe