Perkara Masa Lalu
10:21 AMPerkara masa lalu
Hanya karena dia meninggalkan mu, kamu rela mengutuk nasib yang di rencanakan Tuhan
Bukan tanpa sebab dia tidak meninggal jejak mungkin hanya kamu yang terlalu keparat
Tidak hanya dia meneteskan lemon ke irisan luka mu, tapi justru kamu yang memberi nya pisau
Usahlah mengiris sakit, luka mu akan diobati oleh waktu
Tanpa harus menunggu, pria lain akan menghampirimu
"Semudah ini merasakan patah hati" lirih mu
Perkara masa lalu
Kamu mencaci setiap kata maaf yang terucap
"Air mata ku yang dulu harus kamu ganti dengan luka yang sama"- serayamu
Dia memberikan mu segala seisi bumi agar maaf itu terangkat di permukaan
Justru pijakan kakimu membawa maaf tenggelam ke palung yang terdalam
Tidak kah kamu tahu hati siapa yang terluka
Kamu atau Dia
Atau keduanya yang merasa menyakiti tanpa rasa seperti menguliti
Perkara masa lalu
Sudah ku ucapkan beribu-ribu kali
Waktu akan mengobati luka irisan lemon mu itu
Dan antrian pria di ujung jalan sana sudah membawakan segala obat mujarab untukmu
"Aku terima jamuan obat ini dari kalian, tapi tidak akan ku lupa siapa yang mengiris dagingku hingga tulang menganga" -tegasmu
Perkara masa lalu
Kini waktu mempersilahkan kamu dan dia untuk menatap udara yang sama
Dia , si pria sialan itu menyerobot antrian pria-pria diujung jalan
Kamu dan Dia menghadapi kedua mata yang berseberangan. Mata dengan isi masa lalu dan segala tetek bengek diantaranya
"Saya sudah memaafkan kamu, semudah itu memaafkan orang lain"- kata mu terdengar sendu
"Saya memafkan diri saya, sesulit ini nyatanya mengutuk diri sendiri"- lanjut mu tanpa balas
Perkara masa lalu
Kamu yang sekarang lebih mampu memaknai nasib tanpa mencaci takdir
Bijakmu sudah melebihi dari usia semesti mu
Dia yang sekarang berkelakar tentang perempuannya
"Perempuanku lebih tua dari umurku" balas dia memecah kesunyian
"Tak sabar aku ingin menikahi dia" bahagia terpancar dari garis senyumnya. Lekukan bibir yang pernah ku kecup dulu
"Pria ku lebih muda dari ku, Entah ini harus aku lanjutkan atau sudahi. Tak tahan dengan steorotip keluarga dimana pria harus lebih tua dari wanita. Karena wanita lebih mengalami menopause lebih dulu. Takut-takut dia tidak bahagia menghadapi wanita kempot penuh kerut. Urusan ranjang tak mampu dibohongi, pasti pria mencari yang lebih mudah dan segar. Halah persetan segala steorotip! Aku cinta dia, dan aku tak sabar ingin mengikat jari ini dengan lingkaran emas putih nanti" -senang mu tak tertahan
Perkara masa lalu
"Aku masih ingin kita" ucap mu membelah petir
Kamu diam membeku tanpa kedip
"Aku harus pergi, Aku rasa cukup pertemuan singkat kita. Sampai bertemu dimana kita saling menimang anak dari buah pasangan masing masing"- kamu, air mata ini rintik membasahi jemari
Tak lupa kecupan hangat dari mu untuk dia
Di lengkungan leher
Seperti dulu
Kita
0 comments