ILO 2017- Day 2
8:28 AMSabtu 02.09.17
Saya telat sehari untuk naikin tulisan ini. Acara hari kedua terlalu keren jadi belum sempat menulis. Ya tau itu cuma alasan saja untuk menghindar dari konsistensi hehe :)
So here, I recap about the activity yesterday.
Seperti biasa bangun pagi untuk sarapan dengan para champion lain. Masih banyak yang jet lag karena perjalanan dari beberapa mereka lumayan jauh. Teman saya dari Peru harus menempuh penerbangan selama 30 jam untuk mencapai Singapura. Pun dengan champion dari Jerman yang harus menempuh belasan jam untuk datang kesini. Wajar kalau waktu nya sarapan mereka terlihat masih segar dan saat menjalankan aktivitas selanjutnya terlihat mulai lelah. Untuk evening person or more late night person macam saya, usaha mematikan alarm jam 5 pagi menjadi cobaan terberat dalam hidup. Dan itu harus dilakukan setiap hari selama acara kongres berlangsung.
| suasana sebelum seminar dimulai |
Setelah sarapan kami masih punya waktu hingga pukul 12 untuk lunch dan dilanjutkan dengan preparation di gedung Temasek Polytechnic. Saya bertemu lagi dengan Dylan yang juga Project Manager event ini. Sebelumnya saya bertemu dengan Dylan di Indonesia untuk brainstroming dan technical meeting sebelum event ini berlangsung. Dylan juga yang mengatur flight schedule dan akomodasi selama kami di sini.
| aktivitas brainstorming untuk menjelaskan isu K3 dari negara masing masing |
Fasilitator lain yang merupakan The ILO Team juga hadir untuk preparation untuk kesemua champion. Beruntungnya Xavier, Adam dan Renatus yang memberikan kami materi yang sangat interaktif. Sebelumnya saya membayangkan seminar ini akan membosankan karena hanya menjadi pendengar yang baik. Namun dugaan saya salah. Kami diberikan kesempatan untuk mengenal satu sama lain , mendengarkan satu sama lain dan diberi kesempatan untuk berbicara.
| suasana FGD untuk mencari solusi dan inovasi baru untuk masalah K3. |
Juga hadir commissioner for workplace safety and health Singapore, Mr Lee, diseminar kemarin.Mr Lee memberikan good vibrant ke semua champions. Juga menjelaskan pentingnya OSH (Occupational Safe ans Health) khususnya bagi pekerja muda. Ini menjadi isu baru karena banyak pekerja yang belum dan kurang memahami pentingnya OSH dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
| Mr.Lee menjelaskna pentingnya safe and health untuk para pekerja muda |
1. Recognition : tahap dasar ini merupakan kesadaran dan mengakui kita memiliki perbedaan satu sama lain. Karena setiap manusia memiliki keunikan nya sendiri, terlepas dari ras, suku, agama, warna kulit, gender dan lainnya.
2. Respect : di tahap ini, menghormati akan adanya perbedaan. Masih banyak yang menerapkan standar diri ke orng lain yang seharusnya tidak perlu. Karena menurut Mrs Ammy budaya itu bersifat abstark dan tidak berstandar. Pentingnya menghormati satu sama lain untuk menciptakan lingkungan sosial yang sehat.
3. Reconciliation : Setelah menyadari untuk menghormati perbedaan nya tentu nya kita harus menyesuaikan diri untuk memahami perbedaan budaya. Mengutip pernyataan Mrs. Ammy terkadang kita harus menyingkirkan idealis dan ego sementara untuk kompetensi budaya ini.
4. Realization : act. Pemahaman dan kesadaran akan perbedaan budaya akan menjadi teori semata jika tidak dipraktekan. Merealisasikan semua praktek menjadi goal untuk mencapai culture competency. Mrs. Ammy juga berharap dengan adanya event ini kami menjadi lebih memahami dan menghormati budaya satu sama lain.
Seminar singkat kemarin ditutup dengan group photo semua champions dan dinner networking.
| re: it took from my friend's phone and i will update the best photo after I receive them from Dylan :) |
See you!
0 comments