Catcalling : Kejahatan Jenis Baru & Musuh Lama Perempuan
1:56 AM
Saya : " Oh iya mba, Udah jadi ya pesenan saya?"
Pelayan restoran : " Iya mba sudah semua sesuai pesanan ya"
Saya : " Makasih banyak ya mba"
Pelayan : " Sama-sama Mba Resta"
Saya pun berjalan menuju pintu keluar restoran menenteng kantong berisi makanan yang saya pesan secara take away. Saya sudah membayangkan betapa nikmatnya makanan ini saya santap sesampai dirumah nanti.
"Oh, namanya Resta"
"Manis ya , Hay Resta"
"Resta pesan apa tadi"
"Resta..."
"Pulang kemana neng, sini dianter"
"Cakep ya, semok banget"
Kalimat tadi terlontar dari segerombolan Gojek yang juga ngantri bareng saya tadi. Entah apa yang membuat mereka terlihat lebih rendah dengan catcalling perempuan. Siapa bilang trigger catcaliing dari perempuan yang menggunakan pakaian seronok. Atau menggunakan make up tebal. Untuk mempertegas, saya pakai celana kulot selutut dan kaos hitam yang longgar. Tidak sama sekali menonjolkan bagian payudara ataupun ketatnya bagian pantat. Pun saya menggunakan scraf sebagai aksesoris. Bagaimana bisa menghindari catcalling bahkan kami (perempuan) menggunakan pakaian yang sopan.
Korban catcalling seringkali merasa freezing dan tidak melakukan apa apa, termasuk saya. "Ah, kalo saya ga gubris pun, mereka juga diem" .Tapi tidak sama sekali. Justru diam nya saya menjadi celah bagi mereka untuk terus memborbadir dengan cuitan mengarah ke arah saya. Pernah saya coba untuk jalan kaki sepulang kantor ke halte bus terdekat. Jaraknya sekitar 4 km dan saat itu pukul 7.15 malam. Sepanjang jalan saya menghitung sudah 9 kali di catcalling di jalan. Mulai godaan dari "Kok sendirian,Neng?" hingga benar-benar mengikuti saya berjalan dibelakang.
Bagaimana mengajarkan strata gender ke pria -pria yang "haus" dan kurangnya kesadaran akan menghargai perempuan. Bagaimana Jakarta, dan juga kota-kota lain menjadi aman bagi perempuan. Hal seperti ini harusnya tidak terulang terus-menerus asal adanya kesadaran untuk saling menjaga dan menghargai ke sesama manusia.
Efek yang ditimbulkan bagi korban catcalling pun beragam . Secara psikis kami merasa dilecehkan. Perempuan bukan bahan lelucon murahan bagi kalian pria-pria tanggung tak bermoral. Catcalling menjadi kejahatan baru dan musuh lama perempuan. Selain belajar untuk menghargai kesetaraan gender, penting juga untuk belajar norma dan etika bagaimana memperlakukan manusia selayaknya.

0 comments