orang-orang yang layak untuk disia-siakan

3:42 AM

Saya.
Tidak lain dan tidak bukan.
Saya cukup paham dan saya sangat mengerti. 

Beberapa waktu lalu saya mengalami kejadian yang membuat saya sadar bahwasanya waktu orang sangat berharga. Jangan sekalipun menyepelekan. Jangan salah mengartikan kesempatan untuk kepentingan. Jangan memaksakan sebuah pemahaman. Dan segala kumpulan berawalan jangan. 

Maksud hati untuk memperbaiki sebuah kesalahan dan menuliskan sebuah solusi justru membawa serangan balik. Saya kira tulisan itu berintrepertasi banyak, bila menaik turunkan intonasi maka merubah makna percakapan. Bukan begitu?

Apa yang salah dari : sesuatu yang tidak menarik maka saya memberi cara agar tampilannya memberi value yang lebih? 
Terkesan arogan?
Terkesan paling tau?
Atau tidak mau dikritik?

Leher saya mendongak tinggi ketika serangan balik itu meluncur. Saya dibayar mahal untuk membuat sebuah tampilan merk terlihat menarik. Kali ini saya memberi sebuah solusi secara cuma-cuma dan hanya butuh apresiasi, bukan uang. Uang saya sudah cukup. 

Kecewa?
Pasti. 

Berselang waktu serangan balik bertubi-tubi dari datang. Kali ini yang diserang adalah pemahaman saya akan suatu kaum. Sejujurnya saya tidak peduli dengan kategorisasi manusia. Buat apa mengkotak-kotakan manusia untuk mendapat kursi spesial. Bukannya jadi manusia hanya cukup melakukan dua kewajiban ; tidak merugikan orang lain dan menolong kesesama. 

Saya sebenar-benarnya manusia yang layak untuk disia-siakan. 



You Might Also Like

0 comments

Subscribe