Cantik

10:01 AM

Aku melihat banyak nya perempuan di sekelilingku yang masih malu untuk menunjukan kecantikannya. Persetan dengan lirik lagu” kamu cantik cantik dari hatimu” yang dinyanyikan sekelompok perempuan dengan wajah bersih dan lekuk badan yang bagus. Cantik disteorotipkan dengan kulit putih, rambut panjang, gigi rapih, lekuk tubuh bak gitar spanyol dan tinggi yang semampai. Kriteria wanita cantik seperti tadi tidak perlu malu untuk menunjukan bagian tubuh yang ingin ditonjolkan didepan umum. Bagi yang jauh dari standar kecantikan pun harus bersusah payah menutupi nya. Menggunakan aplikasi edit foto dengan layer yang bertumpuk, bahkan rela membeli gadget baru semata-mata untuk menutupi kekurangan dalam berselfie. Insekyur dalam diri sudah mencapai tahap yang menghawatirkan di diri manusia. Usaha yang berlebih demi mendapat pengakuan sosial agar ditempatkan di kelompok tertentu bukan lah yang mudah. Banyak yang harus dikorbankan dan dikeluarkan demi mendapatkan pengakuan sebagai si “cantik”

Terlahir dari jauuuuuuh kata cantik membuatku insyekur di level maksimum. Segala cara kucoba untuk membuat diriku mendapatkan kulit yang putih dan bersih. Dari bahan kimia ke kimia. Mencoba produk ini itu. Menunggu hasil dari yang hanya 2 minggu hingga tak menunjukan hasil apapun. Hingga akhirnya aku menyerah. Meninggalkan segalanya untuk menjadi cantik dan mulai mencintai tiap inci bagian tubuhku secara perlahan. Aku membantah setiap kriteria menjadi cantik. Dimana jika menjadi cantik haros berkulit putih aku bangga dengan kulit ku yang coklat ditambah dengan hobi travellingku hingga kulitku menjadi semakin coklat. Jika kriteria selanjutnya untuk menjadi cantik harus berambut panjang maka aku memotong rambutku dari yang sebahu hingga sangat pendek. Jika kriteria menjadi cantik harus menggunakan produk kosmetik tertentu dan mahal aku mulai meninggalkan kebiasaanku dulu dan mulai menggunakan produk yang sekira nya membuat ku nyaman. Jika cantik harus berkulit putih dan mulus maka dia bangga memakai pakaian yang cukup terbuka tanpa rasa mau, aku dengan kulit coklat pun tidak mau kalah. Sering kali aku berangkat ke kantor dengan memakai dress diatas lutut dan ketat, blus lengan pendek , dan rok yang memamerkan belahan pahaku.

Itu semua aku lakukan bukan untuk menarik perhatian lawan jenis atau siapapun yang melihatku. Semata-mata untuk menunjukan bahwa aku bangga dengan diri ku sendiri. Aku bangga dengan kecantikan yang hanya menurutku saja. Aku mematahkan steorotip masyarakat hanya yang cantik yang boleh pamer. Aku bangga dengan apa yang aku miliki sekarang. Dan sudah seharusnya setiap perempaun bangga dengan dirinya masing-masing. Menunjukan kecantikan menurut diri sendiri ke public bukan hal yang harus di perdebatkan. Persetan jika perempuan gendut memakai rok pendek dan berlenggak lenggok di dalam mall. Kebanggaan untuk menunjukan bahwa dia mencintai setiap lekuk tubuhnya patut diapreasiasi.

Cantik itu abstrak. Kamu bisa menilai kamu cantik semaumu.

Maka lakukanlah! 

You Might Also Like

1 comments

Subscribe