hai aku,
apakah hari mu cukup menyenangkan? yakin ku terselip keluhan disela sela pekerjaan yang wajar kau satirkan.
hai aku,
di dua puluh lima tahun mu pencapaian tangga tertinggi belum juga ditapaki. tak mengapa untuk menjadi besar tak perlu diawali yang buru buru. kalimat mu cukup kecil untuk kamu yang beranjak besar.
hai aku,
cukup menunggu selama ini untuk mendapat pendidikan yang layak seperti yang digembor-gemborkan pemerintahmu itu. jangan cukup puas kau harus segera melanjutkan ke pintu selanjutnya.
hai aku,
lemari waktumu masih cukup untuk berbagi dengan orang-orang terkasihmu. agenda mu terisi penuh untuk mereka. jangan lupakan menyisihkan sebagian isi dari lemari waktu mu untuk dirimu sendiri.
hai aku,
pundi-pundi mu cukup membawa dirimu kemana pun kau mau. sisihkan untuk masa tua mu hingga terhenti kehidupan mu di 30 nanti
hai aku,
kekhawatiran mu menjadikan mu lebih tangguh. segala bayang-bayang keraguan masih nyaman di atas pundakmu. tak mengapa, biarkan mereka bergelantungan untuk kau memahami bahwa kau sepenuhnya adalah manusia
hai aku,
apakah hati mu masih kuat meruam merah? biarkan mereka menjadikan mu bulan-bulanan. kini kau tau bagaimana mengobati lukamu sendiri.
hai aku,
ketika mereka tidak mampu melangkah, tugas mu memapah hingga kaki mereka mampu berlari. manusiakan manusia yang layak menjadi manusia.
hai aku,
pesan mu kini tersirat pada matahari dan alarm busuk tiap pagi.
di dua puluh lima mu sekarang tolong sampaikan pada kau yang dulu
bahwa terima kasih untuk semua kesempatan yang membuat mu makin tangguh
dari aku,
di dua puluh lima tahun mu yang dulu.













